Salim berbagi…. tempat belajar dan berinteraksi….


Semoga Cinta Tak Memudar..
January 28, 2010, 8:17 AM
Filed under: CERITA

Sumber: http://www.eramuslim.com/oase-iman/semoga-cinta-tak-memudar.htm

oleh Ummu Hilma Kamis, 28/01/2010 13:09 WIB Cetak |  Kirim |  RSS

Sahabat, tiba-tiba saja saya teringat tayangan televisi malam beberapa hari yang lalu. Yakni di acara “dewasa” sebuah stasiun tv dalam program keluarga, bertajuk “masihkah kau mencintaiku”. Barangkali diantara sahabat ada juga yang menyaksikannya.

Saya hanya ingin berbagi, terlepas dari bagaimana proses pembuatan acara tersebut. Apakah didramatisir atau tidak, seperti halnya dramatisasi dalam acara-acara reality show (pada umumnya) dan cerita-cerita fiksi juga novel roman ataupun misteri, yang biasanya mampu mengaduk-aduk emosi para penonton dan pembacanya. Wallahu a’lam. Yang jelas, saya hanya ingin ber-opini tentang sebuah “cinta yang aneh”. Semoga saja bisa dijadikan ibrah, agar tidak terjadi di keluarga kita.

Kasusnya, setelah 24 tahun berrumah tangga, sepasang suami istri -yang dihadirkan pada saat itu- memutuskan untuk saling bercerai. Padahal dari keduanya sudah dianugerahi dua orang anak, putra-putri yang baik, cantik dan tampan. Sehingga keputusan tersebut benar-benar membuat terkejut kedua anaknya. Karena setahu mereka, antara kedua orangtuanya tidak memiliki masalah yang serius dalam hubungannya. Sungguh, ini menyakitkan hati mereka.

Alasan kedua orangtua mereka sederhana, selama 10 tahun terakhir cinta mereka memudar. Bahkan mereka mengaku sudah tidak saling mencintai, sama sekali. Pertanyaannya, justru terletak pada apa sesungguhnya definisi ‘cinta’ menurut pasangan suami isteri yang “aneh” tersebut.

Karena mereka sama sekali mengabaikan perasaan kedua buah hati yang -katanya- juga amat mereka cintai. Kedua buah hatinya dengan sangat memohon-mohon agar kedua orangtuanya menarik ucapan mereka, sehingga tidak jadi bercerai.

Memang, efek dari hubungan “aneh” sepasang suami isteri itu adalah munculnya “orang ketiga”, yakni mantan kekasih si ibu (istri) ketika masih muda dulu. Akhirnya yang terjadi adalah, “clbk”, cinta lama bersemi kembali.

Rencana sang istri, setelah bercerai dari suaminya ia akan segera menikah dengan mantan kekasihnya itu. Dan kemudian ini mendorong si ibu (istri) mengingat kembali pada proses pernikahannya dengan suaminya. Mereka ternyata “dijodohkan” oleh kedua orangtua masing-masing. Lalu, apa yang salah dari perjodohan?

Padahal meski dimulai dari cara apapun (ketika masih dalam kerangka syar’i), seharusnya cinta bisa diproses, dibangun, kemudian dimekarkan jadi bunga. Sebagaimana Allah firmankan,

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar Ruum:21)

Pernikahan adalah beribadah kepada Allah. Ia adalah ikatan yang sakral, di dalamnya terdapat “mitsaqan ghalidza” (perkataan/janji yang berat). Di awal pernikahan Allah kurniakan rasa tentram (sakinah) diantara keduanya.

Kemudian dengan anugerah hati dan akal, kita tumbuhkan cinta dan kasih sayang dalam rangka cinta kita kepada-Nya. Dan dengan ijin serta pertolongan Allah, maka sepasang suami istri akan merasakan ketentraman, cinta dan penuh kasih sayang; sakinah mawaddah wa rahmah.

Tugas kita selanjutnya adalah merawat dan memeliharanya, agar cinta tumbuh semakin indah. Ya, cinta memang harus selalu diupayakan..

Tetapi, saya melihat mereka tidak berusaha demikian (Wallahu a’lam!). Mereka tetap menyimpan egoisnya, juga menyimpan ke-tidakridha-annya atas proses perjodohan itu, selama 24  tahun, meski telah lahir dua buah hati yang kini usianya sekitar 22 tahun dan 19 tahun. Saat mengingat peristiwa “perjodohan” di masa lalu ini akhirnya semakin menambah daftar alasan dalam mereka mengambil keputusan untuk segera bercerai, dengan -sekali lagi- mengabaikan perasaan kedua buah hatinya.

Dari kasus ini, sahabat.. Anehnya, si ayah (suami) bukannya “nggondeli” istrinya demi keutuhan keluarganya dan kebahagiaan anak-anaknya, tapi justeru melepasnya dengan ringan. Benar-benar pria yang aneh! Sepasang suami isteri yang sangat egois.

Seorang ibu yang hanya memikirkan pemenuhan cinta “syahwati”-nya pribadi, dengan mengorbankan perasaan kedua buah hatinya yang benar-benar sedang terluka. Dan seorang ayah yang mudah sekali putus asa untuk membangun dan menumbuhkan cinta terhadap istrinya.

Bagaimana mungkin setelah sekian puluh tahun berumah tangga egoisnya tidak berusaha dikikisnya, bahkan demi kebaikan putra putrinya. Dimana letak kedewasaan mereka? Tidakkah mereka malu terhadap anak-anak mereka, juga terhadap diri mereka sendiri? Na’udzubillahi min dzalik..

Dan saya hanya bisa berdoa untuk kebaikan keluarga mereka. Semoga cinta dalam keluarganya yang sempat retak, akan menyatu kembali. Kedua orangtua diberikan petunjuk oleh-Nya, supaya lebih bijak menyikapi masalah “hasrat” di dalam hatinya (perasaan cinta syahwatinya), serta agar lebih dewasa mendefinisikan makna cinta.

Sehingga untuk pemenuhan “hasrat” itu, tidak harus dengan mengorbankan kebahagiaan orang lain (para buah hatinya), bahkan cinta seharusnya malah mampu mengorbankan dirinya (hasrat dalam hati mereka), untuk kebahagiaan orang-orang yang mereka cintai. Dan bagi anak-anak mereka, semoga dilimpahi kesabaran dalam menghadapi ujian di keluarganya.

Cobaan itu semoga saja tidak melemahkan dan menghancurkan hidup mereka, tetapi justru semakin menguatkan dan menjadikan mereka menjadi lebih bijaksana menyikapi hidup. Karena ujian/cobaan seringkali menjadi sarana datangnya hidayah Allah..

Saya jadi tertegun dan kemudian bercermin, melihat ke dalam diri saya dan keluarga. Yang mana, awal jumpa kamipun tak jauh beda, yakni dengan “perjodohan”.

Tetapi kami berkomitmen untuk belajar dan akan terus belajar sepanjang hidup, demi menterjemahkan cinta dalam kerangka ibadah kepada-Nya. Dengan harapan, takkan pernah ada kebahagiaan seorangpun yang dikorbankan demi kepentingan pribadi semata.

Melainkan cinta seharusnya menjadi sumber cahaya, yang menerangi hati dan semesta. Rasulullah pernah berpesan, “Maka nikahkanlah orang-orang yang yang masih sendirian di antara kalian. Sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka, meluaskan rizki mereka, dan meningkatkan derajat mereka.”

Jadi menurut saya, cinta bukanlah jelmaan bunga yang begitu saja tercipta. Tetapi ia ditakdirkan untuk senantiasa di jalur “proses”. Dari tiada berusaha ditumbuhkan, hingga menjadi sekuncup kecil. Kemudian dipupuk dan disiram, untuk dimekarkan jadi bunga.

Lalu dirawat dan dipelihara sedemikian rupa, agar mekarnya indah dan harumnya membahana. Diberikan sarana yang penuh kesejukan serta cukup pencahayaan, agar tak layu serta warnapun tak memudar. Sehingga ia tetap indah dan meng-abadi sampai ke taman surga-Nya.
Wallahu a’lam..
:::
Ini hanya opini pribadi, yang saya tulis sebagai bahan renungan dan introspeksi, saat menginjak tahun ke-6 pernikahan kami.
“Ya Allah, semoga rumahku benar-benar menjadi surgaku di dunia ini, wasilah untuk menggapai istana surga-Mu yang hakiki..”



Kumpulan Syntax LINUX
January 27, 2010, 6:17 AM
Filed under: SOFTWARE

1 lembar halaman ini sangat berguna bagi pengguna Linux 🙂

ManuadLinux



Fungsi untuk Terbilang
January 27, 2010, 6:00 AM
Filed under: ORACLE

Function ini sering digunakan untuk keperluan penulisan amount dalam terbilang.

Contoh:Syntax: select terbilang(2547) from dual;

Hasil: Dua ribu lima ratus empat puluh tujuh

salim_function_terbilang



Oracle Developer
January 27, 2010, 12:39 AM
Filed under: LOWONGAN

Kirim langsung ke email yang ada iklannya. Jangan kirim ke saya ya karena
cuma forward.

Hello,

As our company grow every year, currently we need an Oracle Developer.

Specifications:
* understand SQL & PLSQL
* understand Oracle Report Developer 6i
* have experience to develop Oracle Applications 11i reports
* knowlege of functional roles in Oracle Applications 11i would be advantage
* have good logical thinking
* able to translate business requirements into Oracle reports
* able to work in tight schedule
* helpful and can work in a team
* self learner and can work with minimum supervision
* willing to be place anywhere needed
* University graduates
* minimum 2 years experience

Please be known that:
* our company is not a consulting nor headhunter company
* your email will be forward to our email system

Should any of you suitable, please:
* put the subject : “Oracle Developer” in your email
* state your available time to join, current & expected salary

to hrd.dept.123@ gmail.com. Thank you for your kind consideration.



Ada Mutiara Di Dalam Lumpur
January 27, 2010, 12:33 AM
Filed under: CERITA

Diambil dari: http://www.eramuslim.com/oase-iman/ada-mutiara-di-dalam-lumpur.htm

oleh Syaripudin Zuhri Selasa, 26/01/2010 17:05 WIB Cetak |  Kirim |  RSS

Dalam hidup dan kehidupan, manusia yang ingkar jauh lebih banyak di dibandingkan manusia yang beriman, manusia yang imannya teguh dan tetap istiqomah lebih sedikit lagi, dan  yang lebih khusus dari yang khusus lebih sedikit lagi, dan itu akan lebih sedikit lagi bila di negara-negara di Eropa atau Amerika, juga di Rusia.

Allah SWT Yang Maha Baik kepada manusia, banyak yang tidak mengakui keberadaan-Nya atau ingkar kepadaNya.

Allah tidak marah pada manusia-manusia yang ingkar akan keberadaanNya. Dia memberikan kebebasan untuk patuh atau ingkar kepadaNya. Bahkan yang sering terlihat di negara-negara yang mayoritas isinya orang-orang yang ingkar kepadaNya, justru kehidupannya lebih makmur, sejahtera dan jarang terjadi bencana alam.

Sebaliknya di negara-negara yang jelas-jelas mayoritasnya muslim, kemakmuran dan kesejahteraan seakan jauh panggang dari api, kerusuhan, pertentangan, kericuhan dan sebaginya terjadi di mana-mana. Kehidupan yang sulit ditemukan di mana-mana, namun orang yang beriman tak akan pernah kuatir yang membabi buta, karena dia yakin setiap persoalan, kemiskinan, penderitaan, bencana dan sebagainya atau betapapun sulitnya hidup dan kehidupannya, dia yakin Allah SWT akan memberikan jalan keluar yang terbaik baginya.

Orang yang beriman yakin betul, bila dalam hidup penuh dengan duka dan kesedihan, dia tak putus asa, karena tetap saja masih ada harapan, karena ada Dia di mana-mana. Orang beriman tak akan protes, kok orang-orang yang jelas-jelas kapir, mengapa hidupnya makmur ? Atau mengapa hidup sudah berlaku dan bertindak baik, tapi juga masih ada saja orang yang tak suka, masih ada aja yang membenci dan iri hati ,dengki bahkan mempfitnah.

Begitu juga dalam pergaulan hidup, kamu sudah berhati-hati, eh masih ada saja, kerikil-kerikil tajam menusuk kaki, karena siapa tahu orang yang didepanmu tersenyum manis, tapi dibelakangmu akan mengejek habis-habisan. Atau hati-hati terhadap orang yang menjelek-jelekan orang lain di hadapanmu, karena pada gilirannya orang tersebut akan menjelek-jelekan kamu di depan orang lain.

Kamu benar saja, masih banyak orang yang tak suka padamu, apalagi kamu berbuat salah dan penuh dengan kesalahan. Namun jangan kwatir, yang pernah disakiti, dihina, dicaci, dimaki bukan cuma kamu, tapi banyak orang lain lagi, kamu sih belum apa-apa dan belum di apa-apakan oleh orang-orang tak suka padamu.

Bagi orang beriman yang tingkatannya sudah di atas rata-rata, maaf, diludahi dan dicium itu sama, dicaci dan dipuji itu sama, difitnah dan dipuja itu sama, disakiti dan disanjung itu sama, dijauhi dan didekati itu sama, dibenci dan dicintai itu sama, disambit dan disambut itu sama, dipenjara dan dibebaskan itu sama, baginya sama kedaan tak merubah dan mempengaruhi dirinya.

Semua di hadapi dengan selalu bersandar kepadaNya, dia lenyap bersamaNya, di fana bersamaNya, dia tak peduli segala apa yang berkenaan dengan pujian atau cacian. Semuanya itu hanya bumbu-bumbu dunia, dia lebih terfokus pada Yang Maha Menyintai MakhlukNya.

Bila dia mendapat berita tidak enak atau mengalami duka cita yang mendalam, atau mendapat musibah yang tak habis-habisnnya, dia tak menyimpan segala duka dan kesedihan itu, dia lenyapkan segera sumber penyakit itu.

Jangan menyimpan penyakit, segera lupakan. Hidup mudah, kok dibuat susah. Tuhan saja tak mau membuat susah umatNya. Rosulpun bersabda: Permudahlah, jangan persulit!

Bila masa lalumu penuh dengan kesulitan dan kesusahan, penuh dengan ejekan dan hinaan, penuh dengan kesia-siaan dan disia-siakan. Penuh dengan barang-barang bekas! Dipindahkan dari satu kamar ke kamar lain tanpa bisa berkata apa-apa.

Masa kecil penuh dengan penyakit dan disakiti. Masa lalu suram, jika sekarang juga suram, lalu kapan kamu senang ? Kapan kamu bahagia? Biarkan masa lalumu yang penuh duka itu, kami masih memiliki hari ini dan hari depan!

Jangan biarkan duka masa lalu jadi bumerang yang menghantammu, biarkan duka itu terkubur dalam sejarah hidupmu. Belajarlah dari duka masa lalu, agar tak menjadi duka hari ini dan masa depan. Jadikan duka masa lalu untuk obat masa kini dan masa datang.

Jadikan duka masa lalu cermin untuk berkaca pada masa kini dan masa depan. Ingat dihadapanmu ada Allah SWT dengan kasih sayangNya.

Yang jelas, segala suatu kejadian apapun, seperti bencana alam, ada hikmahnya, yang kelihatannya buruk, sedih, duka, nelangsa, derita dan sebagainya. Allah menjanjikan dalam kitabNya bahwa tak ada sesuatupun di alam semesta ini yang diciptakanNya dengan sia-sia, semuanya ada hikmahnya.

Yang terbuangpun punya hikmah, yang kotorpun ada hikmahnya. Sampah punya hikmah, racun punya hikmah, terhina ada hikmahnya, dicaci ada hikmahnya, dikucilkan ada hikmahnya, di dalam dukapun ada hikmahnya begitu seterusnya.

Hikmah itu akan di dapat bagi yang mau mencari di balik setiap peristiwa, bagi yang mau berpikir, bagi yang mau merenung, bagi yang tidak berputus asa terhadap segala macam ujian dan cobaan yang betatapun pahitnya.

Dalam situasi dan kondisi apapun Allah SWT menyediakan hikmah/rahasia di dalamnya. Maka pandai-pandailah mencari hikmahNya. Coba kembali melihat masa lalu, ketika lahir toh kamu tak membawa apa-apa, lalu kenapa pusing tak punya apa-apa. Matipun tidak membawa apa-apa.

Saat duka melanda jiwa, derita menghantam segala daya dan saat seakan dunia begitu sempit, yakinlah ada anggrek di dalam hutan lebat, ada mentari di balik kabut, ada cahaya di balik kegelapan, ada tawa di balik tangisan, ada bahagia di balik duka, ada kemudahan dibalik kesulitan, ada mutiara dalam lumpur yang hitam pekat, lalu mengapa kamu bersedih ?

Kamu harus siap mati untuk tetap hidup. Ini kelihatannya aneh, untuk tetap hidup kok harus mati ? Sepertinya sebuah kontradiksi, namun bila mau dikaji lebih mendalam akan ditemukan hikmah yang luar biasa, kok bisa ?

Karena orang yang sudah siap mati, akan lebih mudah untuk menghadapi hidup dan kehidupan, bagaimana tidak, mati saja dia siap kok, apa lagi hidup.

Kembali ke segala macam hinaan dan duka yang melanda, itu semuanya belum apa-apa, jika kita mau menengok sejarah para pejuang kebenaran. Betapa banyak tokoh dalam sejarah yang benar-benar siap mati dan dimatikan demi mempertahakan kebenaran yang diyakininya. Lain waktu kita bahas yang satu ini.

Sekian.



System Development Life Cycle (SDLC)
January 26, 2010, 2:29 AM
Filed under: KAMPUS

Adalah tahap-tahap dalam proses pengembangan sebuah aplikasi perangkat lunak. Many thanks to Ian Renassa for the file 🙂



Program untuk Email Otomatis
January 26, 2010, 2:22 AM
Filed under: ORACLE

Artikel di bawah ini bisa digunakan untuk membuat job atau schedule pengiriman email secara otomatis. Di ambil dari mailing list ORAID.

=======================================================================

1. Buat Procedure Send Mail terlebih dahulu
CREATE OR REPLACE PROCEDURE send_mail (
pSender VARCHAR2,
pRecipient VARCHAR2,
pSubject VARCHAR2,
pMessage LONG) IS

mailhost CONSTANT VARCHAR2(30) := ‘10.9.0.1’;
crlf CONSTANT VARCHAR2(2): = CHR(13) || CHR(10);
mesg LONG;
mail_conn utl_smtp.connection ;

BEGIN
mail_conn := utl_smtp.open_ connection( mailhost, 25);

mesg := ‘Date: ‘ ||
TO_CHAR( SYSDATE, ‘dd Mon yy hh24:mi:ss’ ) || crlf ||
‘From: <‘|| pSender ||’>’ || crlf ||
‘Subject: ‘|| pSubject || crlf ||
‘To: ‘||pRecipient || crlf || ” || crlf || pMessage;

utl_smtp.helo( mail_conn, mailhost);
utl_smtp.mail( mail_conn, pSender);
utl_smtp.rcpt( mail_conn, pRecipient);
utl_smtp.data( mail_conn, mesg);
utl_smtp.quit( mail_conn) ;

END send_mail;
/

2. Kemudian jalankan procedure send mail di SQL, misalkan
EXEC send_mail (‘fromuser@xxx. com‘,‘touser@xxx. com‘,’Test’,’Test test 1 2 3′);

3. Selanjutnya tinggal bikin schedule di DBMS_JOB.